Sepeda gunung (MTB) termasuk jenis sepeda yang paling diminati pasar sepeda global selama pandemi COVID-19.

Pasar sepeda global diyakini naik pesat sejak adanya pandemi hingga mencapai US$82,3 miliar pada 2027.

Begitu pembatasan aktivitas masyarakat diberlakukan di seluruh dunia menyusul ditemukannya virus COVID-19 pada akhir 2019, permintaan sepeda yang semula tak diperhitungkan mendadak naik, bahkan berlipat dari biasanya.

Lonjakan permintaan itu sampai-sampai membuat beragam sepeda, baik sepeda balap (road bike), sepeda gunung (mountain bike), sepeda lipat (folding bike), maupun lainnya langka di pasaran. Sepeda berharga puluhan juta rupiah pun turut diserbu konsumen.

Tak jarang konsumen harus rela mengantre cukup panjang hanya untuk membeli sepeda, sebuah pemandangan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Maklum, itu karena tuntutan masyarakat untuk berolahraga tanpa atau bersentuhan dengan yang lain.

Lonjakan permintaan pasar sepeda global juga didorong oleh sebagian besar negara Eropa yang memberikan subsidi harga produk tersebut. Selain karena pandemi, keputusan itu dilakukan seiring digalakkannya kampanye berkendara ramah lingkungan dan pembukaan jalur-jalur sepeda baru.

Permintaan yang melonjak itu tentu saja mengantarkan produsen, distributor, agen, dan bengkel sepeda menangguk untung besar, alih-alih gulung tikar karena pandemi.

Firma riset pasar Research And Markets yang berbasis di Dublin, Irlandia, pun memperkirakan pasar sepeda global bakal naik 6% dalam kurun 2020-2027 menjadi US$82,3 miliar. Penyumbang nilai terbesar berasal dari pasar Eropa (Jerman, Spanyol Prancis) dan Inggris serta Amerika Serikat.[/]

Gobar Yuk, Gowes Bareng Bikin Seneng

Gobar Yuk TV, a Member of TechnoBusiness Media  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here