Ban sepeda G-One Ultrabite Olive-Skin TLE buatan Schwalbe seharga Rp1 jutaan. (Foto: Schwalbe)

Coba sebutkan, komponen apa yang paling penting dalam merakit sepeda selain rangka (frame)? Tak perlu bingung menjawabnya karena yang dimaksud tak lain adalah ban.

Benar, kan, ban? Sobat Gobar bisa bersepeda tanpa ban? Tentu saja itu hanya sebuah khayalan, bukan?

Baca Juga: Pasar Sepeda Gunung Dunia 2020 Mencapai 44,2 Juta Unit

Kemudian, pertanyaannya: seberapa besar pangsa pasar ban sepeda di dunia saat ini? Pasti besar sekali dong, ya. Sebab, ada sepeda pasti ada bannya, kan.

Benar, berdasarkan data terbaru dari periset pasar Market Study Report yang berbasis di Delaware, Amerika Serikat, demam sepeda telah memaniskan bisnis ban sepeda global.

Dalam rentang 2020-2025, pasar ban sepeda global diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 0,3% menjadi US$1,21 miliar (2025).

Tahun lalu, menurut periset tersebut, pasar ban sepeda dunia telah mencetak angka sebesar US$1,19 miliar. Dari nilai sebesar itu, ban jenis tubed (menggunakan ban dalam) masih menguasai 70% pangsa pasar.

Baca Juga: Pasar Rangka Sepeda Global Bernilai US$32,8 Miliar

Itu mengindikasikan bahwa komponen ban tubed masih tangguh di pasar ban global—mempertahankan porsinya selama bertahun-tahun.

Hal itu dipengaruhi oleh lebih murahnya harga ban tubed dibanding jenis lainnya dan kemudahan pemasangan. Atas dasar itu, pasar bank global diperkirakan akan tetap dikuasai ban tubed selama lima tahun ke depan.

Ban jenis tubed (menggunakan ban dalam) masih menguasai 70% pangsa pasar.

Sebetulnya permintaan ban tubeless (tanpa ban dalam) juga tumbuh, tapi harga yang lebih tinggi dan mesti ditempelken di pelek tanpa jari-jari telah membatasi pangsa pasarnya.

Merujuk pada hasil riset Research And Markets, perusahaan riset yang berbasis di Dublin, Irlandia, pada 2019 Asia Pasifik merupakan pasar ban terbesar di dunia jika dilihat dari pendapatannya.

Baca Juga: Ternyata Ada Merek Sepeda Gunung Khusus Wanita, Lho!

Besarnya pasar ban di Asia Pasifik itu didorong oleh tingginya permintaan dari negara-negara seperti China, India, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan.

Pasar ban terbesar kedua di dunia disumbangkan oleh Eropa—yang disokong oleh permintaan yang tinggi dari Inggris, Jerman, Prancis, Swedia, Belanda, dan Denmark.[/]

Gobar Yuk TV, Gowes Bareng Bikin Seneng

 

Sobat gobar, tonton dan subscribe video-video gobar (gowes bareng) kami di YouTube Channel: Gobar Yuk TV, ya! Terima kasih.

Gobar Yuk TV, A Member of TechnoBusiness Media Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here