Berbekal uang investasi kecil-kecilan, ia lalu mengembangkan prototipe-prototipe sepeda lipat di kamar tidur flatnya yang menghadap ke Brompton Oratory, nama yang kemudian menjadi merek sepeda tersebut.

Setahun kemudian prototipe-prototipe sepeda Brompton itu jadi dan ingin dijual lisensinya ke Raleigh Bicycle Company (Kini, di bawah naungan Accell Group N.V., Belanda), pemanufaktur sepeda tertua Inggris yang didirikan di Nottingham pada 1885, tapi ditolak.

Baca Juga: Percaya atau Tidak, Kini Ada Sepeda Sharp, Lho!

Penolakan tersebut membuat Ritchie bertekad menjual sendiri prototipe sepeda Brompton langsung ke konsumen. Memberlakukan pembelian dengan sistem pembayaran menggunakan uang muka (down payment), ia membanderol sepeda rancangannya itu seharga £250 per unit.

Salah satu proses pembuatan sepeda Brompton di pabrik Greenford, London Barat. (Foto: Brompton)

Prototipe pertama sepeda Brompton bisa dikendarai, tapi hanya membuat Ritchie malu secara teknik. Prototipe kedua pun belum berhasil. Baru prototipe ketiga yang diterima pasar.

Pekerjaan yang telah mengubah kamar di flat menjadi amat kacau dengan potongan-potongan material sepeda di mana-mana itu akhirnya membuahkan hasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here